Tuesday, October 4, 2011

JIWA KU belum MATI

ILUSI

ku memandang terus ke hadapan
berjalan merentasi waktu terbentang
melupakan sejarah silam kelam
disini aku bernafas dalam pembohongan
walau di depanku terbuka kebenaran
tapi aku tak dapat menggapainya
kerna hati tetap hati di sini
ingin ku melangkah
menuju ke alam nyata
kerna aku sudah tak mampu
dibelenggu ilusi ku cipta sendiri
pada siapa yang mendengar
bantuku keluar dari khayalan ini
yang merentap seluruh perasaanku
sembunyikan aku dari alam itu
yang sentiasa menghantuiku

LAKONAN

biarkan hati ini berahsia
relakan hati ini berdusta
lepaskan saja ia sembunyi
kerna aku tak mahu berpura
dalam kebohongan cinta
apa guna
kalau kebenarannya
tetap mengaburi realiti
biarkan ia berfantasi
dalam tarian mimpi
biarkan ia menyanyi angan
dalam kabut cinta yang bertali
esok masih ada
biar ia saja tentukan
samaada biarkan atau hentikan
lakonan dunia ini

BIAR TINGGAL DI SINI
di dalam penjara kelupaan ini
ku cuba ikatkan semua cerita duka
garikan dengan tali besi
ku ikat mati
ku gari kunci
biar terus disini
dan aku terus pergi
menjalani kembali hidup ini
tanpa duka silam
yang mengguris hati


BICARA HATI i

hatiku bicara tiada gembira
entah bila luka ini kan menghilang pergi
setiap helaan nafas ini penuh pembohongan
yang tak pernah terbongkar kebenarannya
aku tak sanggup hidup begini
ku hulur maaf tapi tiada yang sudi
ku hulur cinta tapi hati ku diluka kembali
aku sujud padamu tuhan
Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
maha pengampun dan maha mengetahui
beri aku kesempatan untuk meniup nafas lega
untuk selamanya
aku pasrah
BICARA HATI ii
bicara luka tiada penghujungnya
luka yang pedih kini bernanah lendir
jerit hatiku tiada kedengaran
sengsara
hanya itu yang ku rasa
baru ingin kecapi senang
susah datang menimpa
apakah ini sudah suratan takdir yang maha esa
aku sedar aku ciptaanya, manusia
aku tahu dosaku tiada penghujung
kerna aku manusia yang goyah imannya


BICARA HATI iii
hatiku berdarah tiada berhenti
mana lagi perlu aku pergi untuk mengubat hati yang hina ini
tangisan ini entah bila kan terhenti
ia tetap terus mengalir membasahi jiwa yang remuk ini
ingin ku luah tapi pada siapa
pada siapa yang bisa fahami bicara hati ini??
ya allah, tunjukkanlah aku insan yang bisa menenangi jiwa gelisah sengsara ini
insan yang bisa mengerti tiada syaratnya
tapi di mana ia masih belum ku temui
berikanlah aku cahaya menyinari jalan gelita ini..


LASKAR JIWA

dalam lukisan jiwa
ku ungkap kata
yang menghiris duka
pada mereka yang tak mengerti
mungkin hari ini ku berbeda
tapi bagiku itu tetap diriku
biar bagaimana luluhnya jiwa
ku tetap kan hembuskan bicara
dan hari ini biar bulan jadi saksi
biar bintang jadi juri
biar tuhan jadi hakimnya
siapa yang berdosa

No comments:

Post a Comment